Optimalkan Layanan Perpustakaan Digital , Pustakawan PPMKP Siapkan Terobosan

Publikasi

 

Bogor – PPMKP : Pustakawan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor memiliki pekerjaan rumah yang segera dilakukan, yakni melakukan terobosan – terobosan guna mengoptimalkan layanan perpustakaan digital. Terobosan tersebut membuat infografis, membuat ulasan buku yang menarik, membuat video pendek dan lain – lain.

Demikian diutarakan Tuti Suzana Pustakawan PPMKP usai mengikuti kegiatan Temu Teknis Pengelola Perpustakaan secara daring di Bogor beberapa hari lalu.

“ Outputnya teraplikasikannya perpustakaan digital seperti repositori dan inlislite1 di masing – masing UK/UPT, “ ujarnya.

Tuti Suzana mengatakan kegiatan ini menekankan optimalisasi pengelolaan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pertanian.

Hal tersebut kata Tuti sesuai dengan arahan Sekretaris Jenderal Kementan dalam rangka mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan petani.

Mengutip arahan Sekjen Tuti menyampaikan IPTEK pertanian sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produksi, nilai tambah, daya saing produk pertanian di pasar nasional dan global yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Untuk itu Pustakawan akan mendorong perpustakaan PPMKP untuk terus menambah koleksinya dan agar dapat memenuhi kebutuhan pemustaka.

Sementara itu Desi Rachmaniar menuturkan dari kegiatan temu teknis diperoleh informasi bahwa saat ini pustaka pertanian sudah memiliki repository Kementan yang memuat informasi dan infografis dari 600 teknologi pertanian yang sudah dikeluarkan Balitbangtan. Sehingga mudah diakses oleh penyuluh dan petani.

Informasi lain adalah mengenai Katalog Induk Perpustakaan Pertanian (KKIP), kebijakan sistem serah simpan karya cetak dan karya rekam di perpustakaan khusus dan perpustakaan pertanian, Penguatan jejaring perpustakaan pertanian dengan perpustakaan khusus Indonesia. Untuk itu pustakawan dituntut untuk berinovasi lebih maju dengan perpustakaan digital yang dapat diakses dimana saja sehingga kebutuhan informasi khususnya bidang pertanian dapat terpenuhi dimana saja dan kapan saja.

Hal ini sejalan dengan harapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang menyampaikan ke depan, perpustakaan harus bisa terkoneksi dengan dunia internasional. “ Mudah-mudahan selain dengan perpusnas (perpustakaan nasional), perpustakaan – perpustakaan Kementan bisa juga (tersambung) ke (perpustakaan) Leiden (University/Belanda),” kata SYL.

Berkaitan dengan sumber informasi pertanian digital Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menaruh perhatian terhadap penguatan penyuluhan di daerah dan keberlanjutannya pada masa depan. Dedi menegaskan peran penyuluh sangat penting untuk meningkatkan kemampuan petani. Sebab petani merupakan eksekutor pembangunan pertanian yang bisa mengungkit produktivitas dan produksi, termasuk pendapatannya.

Untuk membantu informasi bagi penyuluh pertanian, BPPSDMP telah mempermudah penyuluh mendapatkan akses ilmu. Karena itu Ia meminta penyuluh harus melek teknologi, sehingga bisa menularkan ilmunya kepada petani. (Desi R/Tuti S/Regi – PPMKP)