Niat Mulia Agus Wibowo Petani Milenial Dirikan P4S

Publikasi

Niat Mulia Agus Wibowo Petani Milenial Dirikan P4S
Ciawi Bogor – PPMKP : Agus Wibowo, petani milenial yang pada tahun 2019 menjadi wakil Indonesia pada dua ajang sekaligus, yakni Global Student Enterpreneur Award (GSEA) di Macau Cina dan Kompetisi GSEA Asia Pasifik di Singapura, punya niat mulia. Ia mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Agro Lestari Merbabu di desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang karena ingin berbagi ilmu dan pengalaman serta mengedukasi para petani dan anak muda didesanya turut berkontribusi dalam memajukan pertanian dengan mengembangkan potensi kentang diwilayahnya utamanya penyediaan bibit kentang yang mandiri. Hal tersebut disampaikan Agus dalam teleconference Klasifikasi P4S, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Senin (23/3).
“ Kondisi sekarang ini petani kentang ditempat saya belum banyak tahu terkait dengan teknologi khususnya di pembibitan. Selama ini petani menanam kentang bibitnya beli dari daerah luar seperti Dieng Pangalengan, Wonosobo, “ terangnya.
Ia menjelaskan, dengan penyediaan bibit sendiri petani bisa memotong biaya produksi 40 – 50 persen, karena dalam budidaya kentang penyediaan bibitlah yang membutuhkan biaya paling banyak.
Selain itu dengan mendirikan P4S Ia ingin ada nilai tambah dari produksi kentang salah satunya dengan pengolahan pasca panen seperti kripik kentang, stick kentang yang bisa menambah nilai ekonomi dari kentang.

Agus

“ Dengan adanya pertanian kentang yang kita kemas dengan teknologi – teknologi terbarukan dan inovasi, bisa meningkatkan kesejahteraan petani ditempat saya, karena ini akan melibatkan banyak orang, baik dari sisi budidaya maupun pasca panen,“ ujarnya
Kentang dipilih sebagai komoditas karena harganya yang relatif stabil dan permintaan pasar yang tinggi, namun petani yang tertarik menanam kentang di daerah Magelang sangat sedikit.. Berbekal motivasi dari orangtuanya yang juga adalah ‘petani serta ilmu yang didapatnya semasa kuliah di jurusan Agroteknologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo kini Ia aktif mengajak anak muda sekitar mengembangkan potensi bisnis kentang.

Upaya tersebut bukan tanpa tantangan, salah satunya untuk mendapatkan Trust dari petani.
Ia menuturkan tak mudah mendapatkan kepercayaan dari petani, apalagi saat itu tiga tahun lalu dirinya masih seorang mahasiswa yang dianggap masih kecil. Tak kenal putus asa Ia mencoba meyakinkan dan membuktikan dengan perlahan peningkatan kesejahteraan mereka. Caranya dengan terlibat di gapoktan, aktif dalam kegiatan pertanian, akhirnya semakin banyak petani yang mau diajak berubah menjadi lebih baik.
“ Dengan saya aktif, pada akhirnya mereka mulai merasakan banyak hal yang bisa mereka adopsi dan pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan mereka, “ ucapnya.
Dengan upayanya, sejak 2017 Ia sudah mampu memproduksi bibit kentang Generasi Nol (G0) bersertifikat dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten Magelang. Disinggung tentang prestasinya mewakili Indonesia pada dua ajang sekaligus di tahun 2019 dan, menjadi satu – satunya peserta dan pertama kalinya Indonesia mengirimkan perwakilan yang mengangkat tentang pertanian. Pria kelahiran Magelang, 15 Agustus 1994 ini bertutur, sisi history bisnis kentangnya yang mengantarnya. Ia dari keluarga petani , kedua orangtuanya petani, lalu Ia bersekolah di pertanian dan menjadi petani menjadi behind story yang memberinya nilai tambah memenangi ajang tersebut. Untuk itu Agus berharap pemuda Indonesia khususnya yang berkuliah di jurusan pertanian kembali ke desa
“ Sumber daya petani yang ada sekarang rata-rata sudah tua. Saatnya Pemuda Indonesia mengambil peran untuk memajukan pertanian Indonesia dengan menghidupkan lilin-lilin di desa. Selain itu, dapat mengajak para petani Indonesia untuk bertani secara bijak dan berkelanjutan agar dapat dinikmati generasi berikutnya, “ pungkasnya. (RG/PPMKP)