Mengenal Abdul Syukur Pengelola P4S Saka Tani Peracik Agens Hayati

Publikasi

Ciawi Bogor – PPMKP : Kekhawatiran terhadap kesehatan dan keberlangsungan generasi mendatang serta kelestarian alam memotivasi Abdul Syukur pengelola Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Saka Tani Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, untuk bertani ramah lingkungan dan minim residu pestisida (organik). Berbekal pengetahuan hasil mengikuti Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Skala luas, SLPHT padi dan Horti Ia belajar mengembangkan agensi hayati dengan langkah awal eksplorasi alam yang ada disekitar
“ Saat SLPHT, saya dilatih dan belajar bagaimana mengeksplorasi alam yang ada dilingkungan sekitar P4S untuk dimanfaatkan, “ demikian dituturkan Abdul Syukur, dalam teleconference saat Klasifikasi P4S Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Kamis (19/3).
Didampingi penyuluh setempat Ratuni Ratanaji THL TBPP teladan Tk. Provinsi Jawa tengah tahun 2018 kerja kerasnya membuahkan hasil. Keberhasilan mengembangkan agensi hayati , dan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya padi organik diganjar dengan sertifikat organik bagi padinya. yang kemudian mampu menggerakkan petani sekitar untuk beralih dari cara tanam konvensional ke organik.
“ Awalnya susah sekali mengajak Petani beralih tanam ke organik, tetapi setelah usaha tani padi dan horti saya mendapatkan sertifikat organik dari LSO di Bogor, baru mereka ramai – ramai mengikuti, “ tutur pria kelahiran 30 Juli 1973 ini.
Keberhasilannya menggerakkan masyarakat petani sekitar melakukan budidaya ramah lingkungan mengantarkannya meraih peringkat dua Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Teladan se Jawa Tengah tahun 2019.
Tidak hanya itu, dituturkan Umi Syakuroh Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, pendidikan Abdul Syukur yang hanya tamatan SD tetapi mampu bersaing dengan yang berpendidikan lebih tinggi menjadi nilai tambah baginya dan membuat Tim Penilai menjatuhkan pilihan kepada Abdul Syukur.
“ Tim penilai menyampaikan yang menjadi titik menarik sehingga tim menjatuhkan pilihan ke Abdul Syukur adalah justru pendidikan formalnya yang dibawah kompetitor lain, tetapi Ia bisa melakukan lebih baik, “ ungkap Umi.
Selain digunakan dilahan seluas hampir 10 ha miliknya dan milik P4S, kini agensi hayati hasil racikannya sudah banyak dimanfaatkan oleh banyak petani di desa Penarukan kecamatan Adiwerna dan sudah dipasarkan secara lokal diwilayah Kabupaten Tegal. Sebagai Pendamping Organik di kabupaten Tegal Abdul Syukur terus berupaya meningkatkatkan kualitas agensi hayati racikannya yang diakuinya memiliki keunggulan ramah lingkungan, karena diracik dengan cara mengambil bahan dari lingkungan sekitar atau specifik lokasi sehingga daya bunuh jamur atau bakteri untuk hama sangat paten. Iapun meracik Perangsang bunga dan buah yang Ia jadikan produk unggulan di P4Snya dengan nama PRABU.(RG/PPMKP)