You are currently viewing Lingkungannya Tercemar, Emak-emak Vila Nusa Indah 5 Unjuk Rasa di DLH Kabupaten Bogor
Emak-emak Vila Nusa Indah 5 menggelar aksi keprihatinan di kantor DLH Kab.Bogor, Cibinong, Kamis (13/9). Foto: Adi/WP.

Lingkungannya Tercemar, Emak-emak Vila Nusa Indah 5 Unjuk Rasa di DLH Kabupaten Bogor

Emak-emak Vila Nusa Indah 5 menggelar aksi keprihatinan di kantor DLH Kab.Bogor, Cibinong, Kamis (13/9). Foto: Adi/WP.

CIBINONG, wartapakwan.co.id

Warga Perumahan Vila Nusa Indah 5 Desa Ciangsana, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Komunitas Srikandi Sayang Sungai (S3) Cileungsi gelar unjuk rasa di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Kamis (13/9).

Dalam aksinya mereka menuntut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera menuntaskan dan menindak tegas pelaku yang telah mencemari sungai dan udara sesuai hukum yang berlaku yaitu UU No. 32 tahun 2009 pasal 1 ayat 14 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) agar memberikan efek jera bagi oknum yang melakukan pencemaran tersebut.

Menurut, Septiana, Ketua Srikandi Sayang Sungai (S3), kerusakan lingkungan yang terjadi akibat pencemaran sungai yang sangat diduga keras disebabkan oleh limbah pabrik di sekitar, baik air, udara bersih, sekarang sudah tercemar berwarna hitam pekat, baunya menyengat dan sangat jauh dari kelayakan kebutuhan standar hidup sehat.

“Salah satu warga juga sebagai pengurus di Komunitas Srikandi Sayang Sungai (S3) mereka mengeluhkan sendiri efek baunya itu tercium bukan secara fisik bahkan sudah tercium kedalam hingga menempel di pakaian yang disimpan dalam lemari,” tuturnya pada wartawan saat ditemui dilokasi.

Bau yang menyengat, dikatakannya sudah dirasakan warga sejak tiga bulan lalu dan kini berdampak pada kesehatan.

“Saya sendiri merasakan baunya seperti amoniak dan itu sangat menyengat dan bikin pusing kepala kemudian dengan spontan saya batuk, mungkin secara reflek tubuh kita menolak dengan adanya racun. Itu merupakan salah satu teori ilmiah ketika tubuh menerima racun atau virus.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Pandji Kesatriyadi, menuturkan pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak terkait pencemaran limbah industri.

“Mulai besok pengambilan sample kembali dan nanti dikomunikasikan dengan instansi terkait kemudian disampaikan hasilnya,”

Menurutnya terdapat sedikitnya dua belas pabrik yang terindikasi mencemarkan limbah.

“Pabrik yang diduga terindikasi ada dua belas, untuk penindakan kan tergantung dari tahapan-tahapan, tidak langsung ditutup. Kita cek dulu IPAL atau sebagainya. Imbuhnya.
(adi/wartapakwan.co.id)