KOLABORASI PETANI MILENIAL KEMENTAN DENGAN KEBIJAKAN KAMPUS MERDEKA 

Publikasi

 

Kementerian Pertanian (Kementan) yang dikomandoi Sahrul Yadin Limpo, terus melakukan terobosan meningkatkan produksi pertanian di berbagai komoditas melalui peningkatan minat generasi muda. Hal ini penting mengingat kebutuhan pangan masa depan akan semakin besar seiring laju pertumbuhan penduduk.

 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa petani milenial Indonesia sudah terjun langsung memanfaatkan teknologi dari hulu hingga hilir. Petani milenial merupakan tombak regenerasi petani Indonesia. Mereka menjadi andalan menuju pertanian 4.0 yang maju, mandiri, dan modern. Inovasi teknologi 4.0 di masa pandemi Covid-19 makin terasa sangat penting dilakukan. Yang awalnya tidak banyak dilihat, tetapi kini terpaksa dilakukan dan makin dipercepat.

 

Sejalan dengan itu

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengeluarkan empat kebijak diantaranya

Kebijakan Kampus Merdeka. Program yang menekankan Pendidikan tinggi di Indonesia harus menjadi ujung tombak yang bergerak tercepat. Tujuan dari kebijakan Kampus Merdeka, adalah untuk mempercepat inovasi di bidang pendidikan tinggi.

“Kita ingin menciptakan dunia baru. Di mana S-1. itu hasil gotong royong dari berbagai aspek masyarakat,” ujar Nadiem.

 

Pengejawantahan dari dua kebijakan beda kementerian akhirnya berjabatan tangan di BBPP Batu Rabu (2/9/2020).

Dalam pertemuan yang berlangsung singkat tapi memberi makna yang cukup dalam

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, dengan

Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Suyadi MS.,IPU., ASEAN Eng. yang mewakili Univetsitas Brawijaya. Dari pertemuan tersebut berharap ada kolaborasi dengan dengan BBPP yang memiliki kegiatan praktis, sehingga mahasiswa tidak lagi hanya duduk dikampus, tapi lebih menekankan pada unsur

praktek, yang dapat meningkatkan kompetensi.

Dengan demikian ketika mahasiswa terjun didunia usaha tidak lagi diperlukan waktu percobaan yang panjang tapi akan langsung siap pakai, artinya daya guna sumber daya manusia

dapat dioptimalkan.

 

Prof. Suyadi berharap bahwa BBPP dapat memfasilitasi magang yang bersertifikat. Sertifikasi dapat di kerjasamakan dengan perguruan tinggi.

Hal lain, Prof. Suyadi berkaitan dengan Penelitian, teknologi dan implementasi diharapkan dapat berkolaborasi dgn BBPP batu tentu dalam konteks Kerjasama.T2S/Wan