KKPID Value Acuan Aparatur Kementerian Pertanian Bekerja

Publikasi

Keterangan Foto : Plt. Sekretaris Jenderal Kementan, Dr. Ir. Momon Rusmono, MS. saat menyampaikan arahan dalam Pembukaan Pelatihan Dasar CPNS Kementan tahun 2019 d PPMKP Ciawi Bogor.   Ciawi Bogor – PPMKP : Sebagai aparatur di Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menyelenggarakan kegiatan harus mengacu  pada nilai-nilai yang telah ditetapkan di Kementerian Pertanian yaitu Komitmen, Keteladanan, Profesionalisme, Integritas,  dan  Disiplin  (KKPID). Demikian disampaikan Momon Rusmono Plt. Sekretaris Jenderal Kementan kepada 160 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Selasa (18/6). “ Komitmen itu perjanjian. Sebagai seorang aparatur Saudara berjanji dalam hati, kepada institusi, pimpinan dan kepada Tuhan, bahwa saya akan bekerja sebaik – baiknya untuk negara ini, “ katanya. Momon menegaskan, kunci utama sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah komitmen. “ Kalau tidak punya komitmen, lebih baik mundur jadi PNS dari sekarang, “ tegasnya. Ia melanjutkan dengan komitmen akan timbul semangat, motivasi untuk bekerja dengan jujur, benar dan tidak melanggar, karena selain dengan institusi dan pimpinan ada perjanjian juga dengan Yang Maha Kuasa. Setelah Komitmen, K yang kedua adalah Keteladanan. Dijelaskan yang menjadi CPNS Kementan adalah orang – orang terpilih. Sebagai yang terpilih kata Dia pada saatnya tetap akan terpilih untuk menjadi pimpinan masa depan di Kementan. Untuk itu sebagai calon pimpinan harus menjadi tauladan bagi masyarakat dan keluarga. Dikatakan Momon, Ia tidak mau mendengar ada PNS Kementan berbuat tidak sesuai dengan peraturan perundang – undangan dan tidak sesuai dengan norma – norma yang berlaku. Dengan nada sedikit berkelakar, Iapun mengingatkan peserta jangan sampai ada yang Cinlok. “ Awas, jangan sampai ada yang cinlok, kecuali bagi mereka yang masih bujangan dan gadis, “ pesannya. Selain Komitmen dan Keteladanan, PNS harus professional yaitu memiliki pengetahuan, keterampilan dan yang utama memiliki attitude, sikap yang baik, berperilaku yang benar ditunjukan dengan tindakan dan perbuatan dalam mendukung sesuai dengan tupoksi yang diemban. Apalagi jika Ia adalah seorang Fungsional karena berkaitan dengan profesi. Selanjutnya Integritas (konsistensi, kejujuran, kebenaran) yang didasari etika moral “ Yang bisa menilai integritas adalah diri sendiri, “ ujar Momon Disiplin, menurut Momon yakni mematuhi peraturan perundang – undangan yang berlaku. Dikatakannya dirinya akan marah besar jika ada stafnya yang kena sanksi karena absen. “ Kenapa marah ? Karena absen adalah ketidakdisiplinan yang paling jadul, hari gini kena sanksi karena masalah absen, mbo yang kerenan dikitlah, jadul amat “ ucapnya. (RG/PPMKP)