KEMENTAN BANGUN PERTANIAN MELALUI SERTIFIKASI THL-TBPP

Publikasi

 

 

Karena hidup adalah sebuah perjalanan, maka tugas kita hanya berjalan dan terus berjalan, hingga kita sampai di tempat tujuan. Terkadang kita dipaksa untuk menyerah, dan berhenti melangkah. Ada kalanya menjadi demikian putus asa, merasa tak berdaya dan tak mampu lagi melakukan apa-apa. Ada saat-saat dimana kita berada dalam titik nadir, berada dan tenggelam begitu jauh di lembah keterpurukan.

 

Sertifikasi memberi harapan bagi THL-TBPP untuk dapat menjadi ASN P3K setelah melalui perjalanan panjang dan berliku.

 

Sebagaimana diketahui, sekitar 11.590 dari 14.924 penyuluh THL dinyatakan lulus menjadi ASN P3K pada April 2019. Proses pengangkatan sempat tersendat di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Masalahnya, formasi penyuluh minimal berpendidikan Diploma Tiga (DIII) sementara mayoritas yang lolos uji adalah lulusan SLTA dan Diploma Dua (D II).

 

Sangat disadari oleh

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa penyuluh adalah garda terdepan pembangunan pertanian nasional, selaku pendamping dan pengawal petani di lapangan. Oleh karena peran dari Penyuluh Pertanian dinilai memiliki peran penting untuk meningkatkan produktivitas, sekaligus mendukung pembangunan pertanian dalam merealisasikan target pemerintah, khususnya peningkatan produktivitas.

maka secara terus menerus diperjuangkan.

 

Kegigihan Kementerian Pertanian untuk terus berupaya memperjuangan penyuluh THL-TBPP berbuah manis, dengan terlaksananya kegiatan sertifikasi Kompetensi.

 

Kepala BPPSDMP, Prof. Dedi Nursyamsi saat membuka video conference Mentan Sapa Petani dan Penyuluh menekankan “Sudah menjadi keharusan jajaran Kementan khususnya BPPSDMP wajib dukung proses sertifikasi. Tugas ini sangat mulia. Mengawal penyuluh THL menjadi ASN P3K. Prosesnya mendekati garis finish”. Jumat (30/10).

 

Dedi berharap, kepala daerah mengusulkan formasi penyuluhan pertanian sesuai jumlah penyuluh THL-TBPP yang lolos passing grade. Kontribusi penyuluh bersama petani mendorong pertanian tumbuh di atas 16% meski dihantam pandemi Covid-19.

 

Sebagai tindaklanjut, sebanyak 4.855 penyuluh THL-TBPP dapat mengikuti kegiatan sertifikasi yang dilaksanakan mulai 3 Nopember sd 15 November 2020. Sampai berita ini diturunkan, 4.842 penyuluh diantaranya sudah tercatat dan melakukan registrasi pada aplikasi Sister. Terkait dengan itu BPPSDMP Kementerian Pertanian menyiapkan beberapa UPT termasuk Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu sebagai tempat uji kompetensi mendapat porsi sebanyak 240 orang peserta sertifikasi dari beberapa kabupaten di provinsi Jawa Timur.T2S/Wan