You are currently viewing Jadi Relawan ke Palu, Personel Wapalapa Pakai Dana Pribadi dan Patungan KM Unpak

Jadi Relawan ke Palu, Personel Wapalapa Pakai Dana Pribadi dan Patungan KM Unpak

Herry, sudah tiba di Palu.

Wartapakwan.co.id, Palu – Bencana alam gempa bumi serta tsunami yang menimpa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada tanggal 28 September silam terus menumbuhkan semangat peduli terhadap para korban. Beragam bantuan terus disalurkan untuk meringankan beban penderitaan masyarakat di Palu serta Donggala.

Hal ini juga ditunjukkan oleh Herdy (25) seorang mahasiwa Universitas Pakuan Bogor yang berangkat untuk menjadi relawan dengan tabungan pribadi serta dibantu oleh kawan-kawan Komite Mahasiswa (Km) Universitas Pakuan.

Herdy yang juga merupakan Mahasiswa Pecinta Alam Wapalapa (MAPALA) ini memantapkan diri untuk menjadi relawan, dengan berbekalkan pengalaman sebagai anggota MAPALA, dirinya berangkat menuju Palu Senin (8/10).

Dengan menumpangi penerbangan pesawat komersil dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 04.30 WIB dan tiba di Bandara Sultan Hassanudin 08.00 WITA, dilanjutkan menggunakan kendaraan darat dari Makasar menuju Kota Palu yang menghabiskan waktu dua hari bersama dengan relawan mahasiwa pecinta Makasar dan tiba di Kota Palu pada Jumat (12/10) pukul 09.00 WITA.

“saya tiba di Kota Palu registrasi di Koramil Tadulako, di hari pertama saya melakukan assesment di wilayah sekitar Kota Palu, alhasil mereka tidak terlalu kekurangan oleh logistik pangan atau pakaian bekas“ Ujar Herdy

Kemudian Herdy mengambil keputusan untuk bergeser atau pindah posko ke Posko Pecinta Alam Se-Indonesia yang bertempat di UniversitasTadulako, Jl. Soekarno Hatta KM.9, Tondo, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sabtu (13/10).

“saya berupaya untuk membenahi keadaan posko yang bagi saya kurang teratur tatanan prosedural posko kebencanaan, posko ini pun di motori SDM pecinta alam se-Indonesia.” Lanjut Herdy. Selanjutnya pada Minggu (14/10) Herdy melakukan assesment kembali di salah satu desa yang susah terjangkau dan jaraknya lumayan memakan waktu dari Kota Palu menuju Desa Sibalaya Utara, Kabupaten Sigi.

“sampai saat ini kondisi lapangan sangat membutuhkan bantuan berupa tempat bernaung dan dapur umum” tutur Herdy

Dengan bekal dan dana yang ada, Herdy membantu warga dengan membeli keperluan untuk membangun rumah tinggal sementara.

Ketika ditanya dari mana sumber dana, Herdy menjawab menggunakan dana dari tabungan pribadi dan patungan kawan-kawan KM UNPAK.

“ini dana pribadi saya dan patungan kawan-kawan KM UNPAK, karena lambatnya birokrasi kampus untuk menurukan anggaran sedangkan ini perihal kemanusiaan jadi saya berangkat atas nama kemanusiaan meski modal pas-pasan” Pungkas Herdy (wartapakwan.co.id/irex)