You are currently viewing Hanya Angin Surga untuk Mang Anta
Mang Anta bersama istrinya, menanti bantuan yang belum kunjung datang. Foto: Dede Hendrika | wartapakwan

Hanya Angin Surga untuk Mang Anta

Mang Anta bersama istri berpose di depan rumahnya yang masih berbalut bilik. (bawah) Mang Ugan yang hanya menerima cat satu kaleng, paku dan kayu 60 batang. Foto: wartapakwan.co.id

Terungkapnya dugaan  penyimpangan  dalam pelaksanaan Program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan sumber dana APBD Kabupaten Bogor Tahun 2016 di Desa Cinangneng, Kecamatan Tenjolaya, menyisakan pertanyaan besar, mengapa bisa terjadi?

Betapa tidak, dari jumlah 20 KK penerima bantuan dilaporkan sudah rampung 100 persen. Namun, dalam prakteknya ditemukan fakta yang berbeda. Buruknya pengendalian dan pengawasan program Rutilahu ditengarai menjadi biar kerok carut marutnya Program Rutilahu di Kabupaten Bogor.

Niatan mulia Pemerintah Kabupaten Bogor dalam membantu warganya yang kurang mampu, khususnya dalam perbaikan rumah menjadi ternoda. Kasus di Desa Cinangneng adalah secuil permasalahan yang nyata terjadi di lapangan.

Khusus di Desa Cinangneng, Kecamatan Tenjolaya untuk Tahun Anggaran 2016 terdapat 20 KK penerima bantuan. Namun, dari investigasi wartapakwan.co.id di lapangan, sedikitnya delapan kepala keluarga yang seharusnya mendapat bantuan, ternyata hanya dijanjikan angin surga.  Ya, sebagian hanya menerima batako, tras dang alar (kayu), sebagian lagi hanya menerima cat satu kaleng, paku dan asbes, ada yang hanya menerima galar saja 60 batang dan ada juga yang sama sekali belum menerima apa-apa.

“Duka atuh, iraha datangna bantuan teh. Ari di data mah barahakali boa. Di poto. Geuningan can aya keneh bantuan teh,” ujar Mang Anta, salah seorang warga yang namanya dilaporkan ke Pemkab Bogor sudah menerima bantuan 100 persen, namun nyatanya rumah Mang Anta masih bilik. (cay)