Hadiri Reses Partai NasDem, Dedie Rachim Ajak Tinggalkan Kebiasaan Money Politic

POLHUKAM

Bogor, WP- Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menghadiri kaderisasi dan pendidikan politik Partai NasDem, dalam rangka reses anggota DPR-RI di Hotel Grand Savero, Bogor, Sabtu (24/4/2021).

Dalam kesempatan itu, Dedie menyampaikan beberapa hal penting yang sedang dan akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Menurut Dedie, kesuksesan pembangunan di Kota Bogor, tak hanya ditentukan oleh lembaga eksekutif. Tapi juga tak kalah penting untuk mendampingi, adalah lembaga legislatif.

“Dengan pendidikan politik dan kaderisasi hari ini, kita melihat bahwa masyarakat saat ini sudah berubah cara pandang, pola pikir, dan punya keinginan untuk membangun negeri, untuk maju. Dengan cara yang berintegritas,” jelas Dedie.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menghadiri kegiatan Pendidikan dan Kaderisasi dalam rangka Reses DPR RI Partai NasDem di Grand Savero, Bogor, 24/4/2021. Foto: prokompim.

Sehingga, sambung Dedie, di era sekarang ini sudah harus ditinggalkan kebiasaan politik uang atau money politic. Makanya harus adanya komitmen yang tinggi dari para kader partai.

Selain itu, data dan informasi Kota Bogor juga harus dimiliki oleh setiap kader. Apalagi yang sudah menjadi calon anggota legislatif (caleg). Tujuannya, mereka bisa mengetahui permasalahan dasar yang terjadi saat ini di Kota Bogor.

“Sangat kompleks sebetulnya, tapi tentu dengan konsep dan daya upaya kita permasalahan itu harus diurai. Cara mengurainya itu juga harus dengan solusi yang konkrit. Jadi bukan hanya urusan janji – janji politik, tapi bagaimana individu yang tampil ini memiliki kapabilitas dan kapasitas untuk menyelesaikan persoalan di lapangan,” urai Dedie.

Sikap itu, kemudian yang diakui Dedie dibutuhkan oleh lembaga eksekutif. Tidak hanya sekedar informasi yang katanya, namun betul – betul akurat berdasarkan data. Hal – hal seperti itu yang ditunggu oleh masyarakat.

Pemerintah, masih kata Dedie, harus dibangun dengan nilai – nilai integritas. Dedie juga berpesan, setiap kader harus menjaga nama baik partai sesuai dengan visi misi yang sudah digaungkan oleh para pimpinannya.

Pendidikan dan kaderisasi partai ini, menurut Dedie, merupakan sebuah proses pembelajaran. Untuk kemudian bagaimana mengenal lebih dalam visi misi partai, kemudian juga bagaimana membangun pemerintahan yang solid.

“Sekolah kader partai itu adalah satu momen yang baik untuk mengenal lebih dalam visi dan misi partai. Sehingga tujuan – tujuan partai untuk membangun pemerintahan yang bersih dapat tercapai bersama sama,” pungkasnya. (CAY)