Gaungkan Kostra Tani, PPMKP Undang Penyuluh Tiga Provinsi

Publikasi

Ciawi Bogor – PPMKP    :    Sebagai tindaklanjut dari Keputusan Menteri Pertanian No. 785 tertanggal 20 Nopember 2019 tentang tim supervisi dan pendampingan  pelaksanaan program Kementerian Pertanian (Kementan) Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) menggelar Pelatihan  Teknologi Informasi Mendukung Program Kostra Tani 26 – 28 Nopember dengan mengundang 40 penyuluh pertanian dari provinsi Jawa Tengah, Kalimantan Utara dan Banten. 

“ Pelatihan ini akan fokus pada penyiapan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostra Tani), sebagai persiapan pengaktifan kembali peran  Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di kecamatan sebagai pusat data dan informasi, “ ungkap Kepala PPMKP Heri Suliyanto dalam arahan pembukaan pelatihan, Selasa (26/11).

Heri menuturkan dalam program Kostra tani selain berperan sebagai pusat data dan informasi peran lain yang akan diaktifkan kembali adalah peran BPP sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat  pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan memfungsikan BPP sebagai pusat jejaring kemitraan.

“ Ini menarik, karena ada kemampuan rekan – rekan di BPP yang pada intinya penyuluh mampu menggandeng kemitraan, karena kedepan 5.000 BPP Kostra Tani diharapkan memiliki kawasan unggulan, “ tuturnya.

Disampaikan Heri, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) tengah menyiapkan War Room Sistem,  Ia menjelaskan melalui program Kostra Tani sistem ini disiapkan untuk memonitor dan mengoptimalkan peran – peran  penyuluh di BPP tersebut. Kata Heri, Mentan menyebut sistem ini sebagai Pentagonnya Pertanian Indonesia.

 “ Menteri menyebutkan sistem ini sebagai Pentagon Pertanian Indonesia yang dikendalikan langsung dari Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jakarta, dan dapat mengawasi dan memonitor  seluruh pergerakan pembangunan pertanian. Data waktu panen, serangan OPT dan hama penyakit serta cara pengendaliannya, teknologi budidaya dll,didapat langsung dari lokasi “ urainya

Dikatakannya, ini adalah program 100 hari Mentan, dimana sebelum 2020 ditargetkan di Kementan sudah didapatkan satu model single data.

“ Data yang valid, tidak berbeda dengan BPS, dengan Kementerian PUPR terkait lahan dan dengan Kementerian Perdagangan yang berkaitan dengan produk dan peluang ekspor, “ ucapnya

Heri menegaskan itulah sebabnya Kostra Tani harus dipersiapkan dengan betul. (RG/PPMKP)