Direktur Relawan TKN KH Maman: Alhamdulillah, Jabar Banten Sudah Kita Ambil Alih

Komunitas

Kerja keras para relawan Dozer berkontribusi nyata untuk mendukung pemenangan Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jabar dan Banten.

Bogor, wartapakwan.co.id – Kerja keras para relawan pendukung Capres-Cawapres Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, mulai menunjukkan hasil. Betapa tidak, dari hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dirilis hari ini, Kamis (28/3/2019), Capres petahana berhasil unggul di semua wilayah, termasuk di Jabar-Banten yang pada Pilpres 2014 menjadi lumbung suara Prabowo.

Menanggapi hal ini, Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) KH Maman Imanulhaq yang dihubungi via ponselnya, mengatakan, hasil survei CSIS memberikan angin segar bagi seluruh elemen relawan.

”Alhamdulillah, berkat kerja keras semua, dan dukungan para relawan, semua wilayah kita menang. Khusus Jabar dan Banten yang tadinya basis lawan, saat ini sudah bisa kita ambil alih. Kita ratakan kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jabar dan Banten,” ujar KH Maman Imanulhaq, Kamis (28/3/2019) sore ini.

Secara khusus, Kiai juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen relawan, termasuk Team DOZER yang sedang berjuang meratakan kemenangan untuk Capres-Cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin di tujuh wilayah, yaitu Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Sukabumi, Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi.

“Tetap semangat, jaga kesehatan dan soliditas. Dozer, Ratakan,” ujar kiai.

Namun demikian, KH Maman Imanulhaq juga berpesan untuk tidak terlena dengan hasil survei yang dirilis CSIS. “Gembira boleh, terlena jangan. Kita semua harus tetap waspada dan juga tetap bekerja menggalang terus dukungan bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin,” tegasnya.

Kepada media, KH Maman Imanulhaq kembali mengingatkan tiga poin penting yang harus dilakukan para relawan. Pertama, ajak keluarga, kerabat, dan teman untuk datang ke TPS 17 April 2019. Pastikan mereka menggunakan hak pilihnya, memilih calon presiden yang terbaik dan bisa membawa Indonesia lebih maju.

Kedua, terus lakukan door to door campaign. Kampanye langsung ketuk pintu rumah warga, meyakinkan masyarakat dengan cara yang simpatik dan sistematis untuk menangkal hoax. Ketiga, yang  harus dilakukan para relawan 01 adalah menjaga dan mengawal suara Jokowi-Ma’ruf Amin. “Ayo kita putihkan TPS kita, gunakan kaos atau baju bernuansa putih karena ada sosok Kiai Ma’ruf Amin di pasangan nomor urut 01. Setelah kita gunakan hak pilih, maka jangan sampai ada manipulasi suara, jangan sampai ada intimidasi kepada para relawan 01 di TPS kita,”pungkasnya.

Menang di Jabar dan Banten

Dari rilis CSIS, Di DKI Jakarta, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin elektabilitasnya 38,8 persen sementara Prabowo-Sandi 30,0 persen. Lalu di Jabar-Banten, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin 47,4 persen, Prabowo-Sandi 42,1 persen. Lalu di Jawa Tengah-Yogyakarta Paslon 01 menang telah dengan elektabilitas mencapai 70 persen.

Secara nasional CSIS mencatat tingkat elektabilitas paslon capres 01 sebesar 51,4 persen. Sedangkan tingkat elektabilitas paslon capres nomor urut 02, Prabowo-Sandi hanya 33,3 persen .

“Jadi Jokowi-Ma’ruf Amin unggul 18,1 persen,” kata pengamat politik CSIS, Arya Fernandes di acara paparan survei Nasional yang bertajuk ‘Menjelang 17 April 2109: Pertarungan antara Elektabilitas dan Mobilisasi Pemilih’, di bilangan Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2019).

Arya menjelaskan tingkat kemantapan pilihan di paslon Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 84,4 persen dan 15,6 persen masih ragu-ragu.

Di paslon Prabowo-Sandi, menurut dia, tingkat kemantapan pilihan sebesar 81,3 persen dan 18,7 persen masih mungkin berubah. Arya mengatakan dengan tingkat kemantapan pilihan sudah melebihi 80 persen maka migrasi pemilih kemungkinan kecil terjadi di kalangan pemilih yang solid.

Untuk diketahui, survei tersebut dilaksanakan pada periode 15-22 Maret 2019 dengan metode multistage random sampling dan dilakukan dalam wawancara tatap muka dengan jumlah sample 1960 yang tersebar secara proposional di 34 Provinsi Indonesia.

Menggunakan sample sebesar 1960 responden, margin of error survei ini sebesar +/- 2,21 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (tjahyadi ermawan)