Bimtek Di Tengah Sawah, Petani Diajari Seluk Beluk Beternak dan Mengolah Hasil Peternakan

Publikasi

Bogor : Gemericik suara air dan gemerisik daun padi tertiup angin mengiringi dialog seru petani dan pemateri dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani di Desa Cirashas Mulyaharja Bogor Selatan. Ya, 60 orang petani peternak berkumpul ditengah sawah semangat mengikuti materi tentang Peternakan dan Produk Olahan Ternak .

“ Biosecurity adalah garda terdepan dalam mencegah penyakit ternak. Penerapan biosecurity menjadi kunci keberhasilan usaha budidaya peternakan. Jika ternak dan pengelola sehat maka usaha peternakan dapat memberikan banyak keuntungan, “ ucap Mahmud Thohari anggota Komnas Sumberdaya Genetik Kementerian Pertanian yang tengah menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut.

Bimtek dilaksanakan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor bersama Komisi IV DPR RI belum lama ini.

“ Bio security ialah ketahanan biologis pada ternak, baik ternak besar seperti sapi, kambing, kerbau dan sebagainya maupun ternak kecil seperti unggas dan sebagainya,“ ujarnya.

Kata Mahmud Thohari, penyakit bisa datang melalui berbagai cara. Untuk itu, peternak tidak boleh abai terhadap hal – hal yang bisa mendatangkan penyakit pada ternaknya.

Bagaimana agar ternak yang dikelola memiliki ketahanan biologis yang bagus, hendaknya petani ternak memperhatikan tiga tingkatan bio security yakni isolasi, lalu lintas ternak, barang dan sanitasi.

Sementara itu narasumber Renyta CEO Milky Way yang membahas pengolahan produk peternakan hingga perizinan, menyampaikan produk – produk hilir peternakan harus dijamin bebas dari penyakit dan hygenis. Jika ini diterapkan maka, usaha peternakan akan mendatangkan banyak keuntungan.

Turut menyampaikan materi Markus Susanto CEO PT. Maggot Indonesia yang menggiring peserta untuk memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan dengan beternak maggot.

Berbicara peternakan, Mentan SYL menekankan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, upaya pengembangan sektor pertanian dilakukan dari hulu ke hilir, sehingga prosesnya tidak putus. pengembangan peternakan kedepan tidak hanya sapi potong, sapi budidaya, tapi juga sapi susu. Mentan Syahrul mengharapkan kucuran anggaran perbankan berbentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa dijadikan target utama dalam memperkuat swasembada daging sapi.

“Saya berharap bisa bicara dengan sektor lain seperti perbankan untuk menggulirkan KUR yang ada. Harapan saya, anggaran itu langsung bersentuhan dengan rakyat, dalam hal ini peternak guna membangun kemampuan daging sapi yang ada di Indonesia,” kata Syahrul.

Berkaitan dengan pelatihan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengajak seluruh elemen yang berhubungan langsung dengan kegiatan pelatihan, yakni Widyaiswara, Penyuluh, Petani Milenial, Kelompok Tani untuk berjuang sampai terwujudnya tujuan pembangunan pertanian.

“ Didukung dengan kualitas SDM yang professional, berdaya saing dan jiwa kewirausahaan yang tinggi maka kita juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian yang lebih tinggi. Tujuan yang luar biasa ini dapat kita capai dengan cara yang luar biasa, oleh orang-orang yang luar biasa, “ ucapnya. (Regi/PPMKP)