Bima Arya Apresiasi Bandung Alumni Fight Covid19

Publikasi

Bogor, WP- Bandung Alumni Fight Covid-19 (BAFC19) yang diinisiasi Ikatan Alumni Universitas Katolik Parahyangan (IKA UNPAR), Ikatan Alumni Universitas Padjajaran (IKA UNPAD), dan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Pusat dan Jawa Barat, menggelar vaksinasi Covid-19 untuk warga lanjut usia (lansia) dan pendamping lansia Kota Bogor pada  Sabtu, 24 April 2021.

Acara yang disupport oleh  Yayasan  Dharma Wulan, Killcovid-19, Pemerintah Kota Bogor dan Dinas Kesehatan Kota Bogor ini berlangsung di Puri Begawan, menyasar para lansia dan pendampingnya.

“Kami mengapresiasi vaksinasi covid19 massal dengan sasaran lansia yang diinisiasi temen-temen Bandung Alumni Fight Covid19. Ini membantu kami, apalagi saat ini baru sekitar 29.000 atau 30 persen lansia Kota Bogor yang sudah divaksin, ” Jelas Wali Kota Bogor, Bima Arya saat visitasi kegiatan ini.

Tim BAFC19 foto bersama Walikota Kota Bogor, Bima Arya dan Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim di Puri Begawan, Sabtu (24/4/2021) . Foto: tjahyadi ermawan/wartapakwan.

Giat di Bogor ini merupakan kick off dari rangkaian kegiatan  vaksinasi 12 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat oleh BAFC19. Sementara itu, pada saat berasamaan juga

dilakukan program vaksinasi massal di Kabupaten Bandung Barat (Kota Baru Parahyangan).

Percepatan herd community terhadap masyarakat Jawa Barat menjadi dasar kolaborasi untuk berkontribusi aktif dalam mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi  Jawa Barat.

Masyarakat yang sehat merupakan modal utama dalam pembangunan Jawa Barat, baik

Kota maupun Kabupaten. Karena itulah, kegiatan vaksinasi massal ini dilakukan dalam beberapa tahap.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim juga turut hadir meninjau pelaksanaan  vaksinasi massal ini.

Sikap positif warga lansia di Kota Bogor dalam kegiatan vaksinasi ini terlihat nyata melalui

antusiasme para lansa dan pendamping dalam mengikuti program ini. Seluruh prosedur vaksinasi

yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu usia diatas 60 tahun untuk peserta lansia dan usia 18 -59

tahun untuk pendamping lasia, berKTP Kota Bogor menjadi syarat utama pendaftaraan vaksinasi, hal

ini disampikan Ketua Panitia Vaksinasi Massal BAFC19, Yudy Unamo. Pada saat pelaksanaan

vaksinasi, dimana seluruh penerima vaksin telah memenuhi syarat kesehatan yang diwajibkan, yaitu suhu

tubuh maksimal 37,5 C, tekanan darah maksimal 180/90 dan persyaratan kesehatan lainnya.

Observasi 30 menit setelah menerima vaksin juga dilakukan, hal ini dimaksudkan untuk memastikan seluruh penerima vaksin dalam keadaan baik setelah dilakukan vaksinasi

BAFC19 merupakan komunitas Alumni Perguruan Tinggi Bandung yang memiliki misi mendukung

Pemerintah Indonesia dalam percepatan vaksinasi untuk menciptakan Indonesia sehat dan maju.

Kecepatan pendistribusian vaksinasi sudah seharusnya menjadi tanggungjawab semua pihak, bukan

hanya Pemerintah dan Lembaga Kesehatan. Sekretaris Jendral IKA UNPAR, Tracy Tardia, mewakili

BAFC19 menyampaikan bahwa untuk mendukung percepatan vaksinasi massal ini perlu dilakukan

secara bersama dengan semua pihak dan melalui berbagai cara seperti ‘jemput bola’ para lansia. “Kami juga jemput bola para lansia supaya mereka bisa di vaksinasi dan terlayani dengan baik, ” Ujar Tracy. (CAY)