You are currently viewing 37 Tahun Tanpa Jembatan, Eretan Setia Melayani Warga

37 Tahun Tanpa Jembatan, Eretan Setia Melayani Warga

Warga bersiap menumpang eretan untuk menyebrangi Sungai Cisadane. Foto: Sandika Fadila I wartapakwan.co.id

Sudah 37 tahun warga Kampung Karamat dan Cibalagung mendambakan jembatan untuk menghubungkan dua wilayah yang terpisah oleh Sungai Cisadane. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda jembatan akan dibangun.
Kondisi inilah yang menjadikan eretan sebagai sarana warga untuk mempersingkat jarak dan waktu dari Kampung Karamat menuju Cibalagung maupun sebaliknya. Eretan mulai ada dan beroperasi sejak tahun 1980-an yang dirintis oleh Keluarga Maman Suparman. Awalnya hanya terbuat dari bamboo, namun beberapa kali hanyut terbawa derasnya arus Cisadane.
“Karena itulah, saya ganti buat dari besi, dan ada penghubungnya pakai tambang buat narik, dan juga kawat besi biar lebih kuat ” ujar Maman kepada wartapakwan. Menurutnya, setiap rit eretan hanya bisa memuat lima orang dengan rincian empat penumpang dan satu orang petugas yang menarik. Dalam setiap rit, warga cukup membayar seribu rupiah per orangnya. Eretan Cisadane ini beroperasi mulai 06.00 hingga pukul 21.00 wib. (Sandika)