Di Harjasari, ZM Minta Warga Jangan Mudah Disogok Lima Puluh Ribuan Kalau Pengen Walikota Baru

Kang ZM saat memaparkan program kepada warga RW 03 Harjasari, Selasa (24/4/2018). Foto: DIka WartaPakwan

BOGOR – Safari kampanye Calon Wakil Walikota Bogor dari pasangan nomor urut satu, Zaenul Mutaqin di Bogor Selatan pada hari ini, Selasa (24/4/2018) berakhir di Kelurahan Harjasari, tepatnya di kediaman Ibu Mamah, warga RT 04 RW 03 Kelurahan Harjasari.

Sosok kharismatik yang akrab disapa ZM ini menyapa warga dan melanjutkan dengan dialog usai shalat ashar di kediaman Ibu Mamah. Seperti biasa, sebelum dialog, warga dan ZM ngaliwet bareng. Suasana pun menjadi lebih hangat. Tak ada jarak antara calon wakil walikota ini dengan para pendukungnya di wilayah RW 03 Harjasari.

“Alhamdulillah, sore hari ini bisa bertemu, bersilaturahmi dengan warga RW 03 Harjasari. Saya memperkenalkan diri. Sekaligus nyuhunkeun doa na dan dukungan dari ibu-ibu semua dan juga seluruh warga Harjasari,”ujar ZM yang selalu mengenakan pakaian berwarna khas hijau tosca ini.

Momen ini digunakan ZM untuk menyerap aspirasi dan juga keluhan dari masyarakat Kota Bogor. “Secara umum hampir sama. Banyak warga mengeluh mengenai RTLH karena masih ada yang dianggap tidak tepat sasaran. Ini perlu evaluasi,” jelas ZM seraya menyebut warga untuk tidak mudah disogok duit gocapan jika ingin memiliki walikota yang baru.

Selain itu, kepada warga ZM juga memaparkan 11  Program Terbaik dari pasangan RZ untuk membangun Kota Bogor jika mereka terpilih untuk memimpin Bogor lima tahun ke depan.  “Semua sektor kami perhatikan, termasuk kesehatan anak-anak balita dan juga para manula. Posyandu harus maksimal,”pinta Zaenul.

Sementara itu, dari warga, Idris Afandi meminta pemerintah untuk mempermudah pengurusan surat administrasi kependudukan. “Lamun engke meunang. Tolong kang ZM, warga jangan dipersulit urusan administrasi surat tidak mampu, BPJS. Dibikin simpel aja,”harap Afandi.

Sebelum ke Harjasari, ZM lebih dulu bersilaturahmi ke kediaman H Khoerudin di Pamoyanan. Menemui para habaib dan juga alim ulama setempat. (Tim WartaPakwan)