Ru’yat-Zaenul Bersyukur Dapat Nomor Urut 1

Para pendukung gegap gempita memberikan dukungan bagi Ru’yat-Zaenul yang mendapat nomor urut 1. Foto: tjahyadi ermawan| wartapakwan.co.id

Bogor, WartaPakwan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor secara resmi mengumumkan nomor urut pasangan calon walikota dan wakil walikota Bogor melalui sistem pengundian. Dalam surat nomor 21/PL.03.3-KPT/3271/KPU-KOTA/II/2018 tentang penetapan nomor urut, empat paslon yang mendapatkan nomor urut diantaranya, paslon Achmad Ru’yat dan Zaenul Mutaqin nomor urut 1, pasangan Edgar Suratman dan Sefwelly  nomor urut 2, pasangan Bima Arya dan Dedie A Rachim nomor urut 3, pasangan Dadang Danubrata dan Sugeng Teguh Santoso nomor urut 4.

Nomor urut dimaknai beragam oleh masing masing paslon. Pasangan nomor urut 1 Achmad Ru’yat dan Zaenul Mutaqin yang diusung oleh PKS, PPP dan Gerindra ini menyambut suka cita ketika mendapatkan nomor urut 1 pada rapat pleno terbuka pengundian nomor urut paslon Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018 di SKI Tas Tajur, Selasa (13/2/2018).

Calon Walikota Achmad Ru’yat mengatakan, semua nomor itu bagus dan baik, tetapi nomor satu atau wahid lebih baik. Nomor satu berarti Kota Bogor kahiji memiliki satu makna bahwa Kota Bogor harus maju dan bersatu ngahiji, artinya maju kotanya dan nyaman warganya. Kota Bogor harus memiliki kenyamanan yang dinikmati oleh masyarakat dan menaungi seluruh lapisan masyarakat. Kota Bogor nyaman ditinggali seluruh lintas kalangan, baik kalangan atas dan bawah, lintas budaya, lintas agama dan kepentingan apapun.

“Semoga Kota Bogor ngahiji, Kota Bogor kahiji bisa menyatukan seluruh komponen masyarakat Kota Bogor yang majemuk menjadi satu kesatuan dalam konsep NKRI yang kita cintai. Kota Bogor kahiji, maju kotanya dan nyaman warganya, semoga Pilwalkot berjalan aman, nyaman dan tentram, menghadirkan kepemimpinan yang amanah,” ungkap Achmad Ru’yat.

Selain itu, angka satu juga menginspirasi bahwa Kota Bogor harus memberikan keteladanan didalam menyatukan seluruh entitas masyarakat yang sangat beragam menjadi satu kesatuan, bhineka tunggal ika, walaupun terjadi perbedaan, namun dengan keragaman yang ada, tetapi dalam satu kesatuan. “Jadi harus kesatu dan terdepan dalam memimpin dan menangani Kota Bogor, dimana Kota Bogor merupakan pintu gerbang ibukota, jadi harus memberikan kebaikan bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

Makna nomor satu dinilai juga sebagai rejeki, keberuntungan dan petunjuk kemenangan oleh Calon Wakil Walikota Zaenul Mutaqin (RZ). Zaenul mengatakan, nomor satu ini memiliki makna utama yang selalu terdepan sebagai petunjuk keberuntungan dan kemenangan.

“Kami bersykur pasangan Achmad Ru’yat dan Zaenul Mutaqin mendapatkan nomor urut 1, jadi nomor urut 1 ini memiliki makna dan arti utama. Satu juga berarti kami menyatukan dan mempersatukan, jadi untuk Kota Bogor harus menjadi nomor satu yaitu Achmad Ru’yat dan Zaenul Mutaqin,karena petunjuk keberuntungan dan kemenangan ada di nomor 1,” tandasnya. (cay)