Mengarah ke Istana Bogor, Pengunjuk Rasa Dibubarkan Brimob

SIMULASI: Pasukan gabungan TNI dan Polri berhasil mengendalikan situasi aksi demo Pilkada yang mengarah ke Istana Bogor. Foto: tjahyadi ermawan | WP

BOGOR, WARTAPAKWAN

Kapolda Jabar Irjen. Pol. Agung Budi Maryoto memantau kesiapan pengamanan Pilkada serentak di Kota dan Kabupaten Bogor, pada Sabtu (3/2/2018) kemarin. Pantauan dilakukan dalam apel gelar pasukan Pilkada Damai dan Simulasi Tri Patra yang merupakan bagian dari Rencana Operasi Mantap Praja Lodaya,  diikuti sekitar 1.200 orang personel gabungan Polresta Bogor Kota, Polres Bogor Kabupaten, Brimob Polda Jabar, anggota TNI, Satpol PP, Dishub, jajaran anggota PPS dan PPK Kota Bogor. Turut hadir juga seluruh pasangan calon dan partai peserta Pilkada Kota dan Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Nurhayanti, serta pimpinan penyelenggara KPU, dan Bawaslu kedua wilayah.

Dalam giat tersebut, turut dilakukan deklarasi damai oleh seluruh paslon dan partai peserta Pilkada Kota dan Kabupaten Bogor. Selain itu, turut dipertunjukan pula simulasi Tripatra pengamanan Pilkada 2018 oleh jajaran Polresta Bogor Kota dan TNI yang dilangsungkan di Orchard Walk Bogor Nirwana Residence (BNR) Jl. Bogor Nirwana Residence, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan.

Pada simulasi Tri Patra, diskenariokan terjadi kerusuhan social dimana kelompok massa dari salah satu pasangan yang kalah melakukan protes ke kantor KPU setempat. Eskalasi meningkat, para pengunjuk rasa melakukan pembakaran ban, membakar mobil dan menggelar aksi di sekitara Istana Kepresidenan Bogor. Pihak keamanan akhirnya terpaksa melakukan tindakan represif untuk mengendalikan keadaan.

Kapolda yang bertindak selaku inspektur upacara, usai acara kepada wartawan menyampaikan, pelaksanaan Pilkada serentak 2018 diharapkan dapat berjalan optimal, aman, damai, kondusif dan sukses. Hal ini, dapat tercapai dengan adanya kebersamaan, kerja sama, soliditas, dan sinergi antar semua elemen masyarakat. Kepada anggota Polri dan TNI, Agung mengingatkan untuk menjaga netralitas selama menjalankan tugas dan melayani sepenuh hati dalam Pilkada Serentak 2018 nanti.

“Apabila ditemukan pelanggaran, Polda Jabar akan melakukan tindakan bekerjasama dengan KPU ataupun Bawaslu. Bisa menertibkan, membubarkan ataupun akan ditingkatkan penyidikan apabila ditemukan tindak pidana Pilkada. Apalagi Polda telah membentuk Satgas Cyber Crime, Satgas anti money politic, dan black campaign,” terangnya disela Apel Kesiapan Pilkada.

Oleh karena itu, sambung Agung, jangan tergoda oleh money politic, isu SARA, dan ujaran kebencian. Apalagi yang akan memecah belah kedaulatan Indonesia. Jaga kesatuan dan persatuan. Patuhi segala peraturan. Untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya gangguan kamtibmas dalam pelaksanaan pilkada, maka pada hari ini atas inisiatif keamanan di wilayah kota Bogor dan Kabupaten Bogor dilaksanakan ikrar kampanye damai yang diucapkan oleh para perwakilan partai politik pendukung. (cay)