Situs Megalitik di Desa Gunung Mulya Belum Terdata

Dede Hendrika saat berada di lokasi situs di Kp Tugu, Desa Gunung Mulya, Tenjolaya, Kab.Bogor yang sejauh ini belum terdata. Foto: cay

Tenjolaya, WartaPakwan-Sebaran situs bersejarah di Kabupaten Bogor, tak terbilang jumlahnya. Masih banyak yang belum terdata. Baru-baru ini, Tim Ekspedisi Pakwan menelusuri sebuah kawasan situs di Kampung Tugu, Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

“Setelah kami tiba di lokasi, terdapat dua batu berdiri dan kawasan berundak dengan bebatuan di sisi luarnya. Agak mirip dengan batuan di kawasan Cibalay,” jelas Dede Hendrika, pegiat sejarah Sunda. Lokasi Gunung Mulya tak jauh dari Cibalay. Diperkiraan sudah ada pada masa Kerajaan Sunda.

Dilokasi ini, Dede menemukan uang kertas, dan beberapa media untuk keperluan spiritual. “Batuan dan situs adalah tinggalan masa lalu dari para leluhur Sunda. Sebaiknya tidak digunakan untuk munajat atau tempat mencari berkah,”ujar Dede.

Bahkan, kabarnya pernah ada yang berniat menarik pusaka. Mengenai hal ini, Dede mengatakan upaya menarik (secara paksa) benda-benda di alam gaib adalah tindakan yang tidak elok. “Beda cerita kalau milik orang tua, kakek atau uyut. Missal dulu di kubur di mana, lalu digali sama keturunannya. Nah, kalau yang ngambil atau narik di alam gaib, itu nggak bagus. Sama dengan nyolong, maksa dan berpotensi merusak ketauhidan kepada Allah SWT,” kata Dede.

Menuju ke lokasi situs yang belum terdapat nama dan plang ini, tidak terlalu sulit. Hanya memang, jalan setapak dan menanjak karena berada di kaki Gunung Salak.

Meski demikian, jika dipaksakan pun, sepeda motor bisa melintas ke dekat areal situs ini. Hanya saja, harus berhati-hati karena jalannya berbatu dan tanah

Menurut warga setempat, Agus, batu yang berada tak jauh dari rumahnya ini sudah ada sejak dahulu, “Menurut silokanya, orangtua dulu menyebut daerah ini SirnaWangi. Hanya kalau jelasnya dahulunya apa, kami pun tidak bisa memastikan. Orang sini tahunya keramat, gitu aja,” jelas Agus. (cay)