Bijak Bersosial Media di Seminar Kesehatan Nasional

Seminar Kesehatan Nasional di Universitas Ibn Khaldun, Bogor. Foto: Giffar Rivana I WartaPakwan.co.id

Wartapakwan.co.id – berita bohong atau yang biasa di sebut Hoax sudah merajalela di media sosial, Sabtu 23/12/2017 Kelas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibnu Kaldun Bogor, mengadakan acara seminar kesehatan nasional yang mengangkat tema “Optimalisasi Penggunaan Media Sosial Dalam Komunikasi di Masyarakat” di Universitas Ibnu Kaldun Bogor, Aula Fakultas Hukum lantai tiga.

Yang membahas bagaimana cara menggunakan media sosial dengan bijak bersama tiga pemateri, Ismail Cawidu M.Si dari Kepala pusat informasi dan humas Kementrian Komunikasi dan Informasi (KEMKOMINFO), Andrean Nasution S.Km M.Km selaku kepala bidang prodi Ilmu Kesehatan, dan perwakilan alumni Hanif Gufroni S.Km.

Seminar yang berlangsung hangat mendapatkan banyak antusias dari mahasiswa/i Universitas Ibnu Kaldun karna banyak sekali yang ingin bertanya kepada pemateri terkait berita hoax yang ada di media sosial.

Saat di temui, salah satu peserta Robby Shaputra ingin lebih banyak membekali diri dengan pengetahuan yang ia dapat dalam seminar tersebut “semoga dengan adanya seminar ini saya dan peserta yang lainnya dapat mengedukasi diri sendiri dan orang sekitar untuk menghadapi berita hoax yang ada di media sosial” ujarnya kepada Wartapakwan.co.id

Dukungan datang dari salah satu pemateri yaitu Ismail Cawidu M.Si kepala pusat informasi dan humas KEMKOMINFO beliau sangat amat mendukung karna seminar ini sangat positiv bagi mahasiswa yang sering menggunakan media sosial dan sering di hadapi dengan berita hoax yang ada di media sosial “Seminar ini adalah salah satu bagian dari media literasi sehingga peserta mampu menggunakan media sosial dengan baik”

Dan Ismail Cawidu pun mengharapkan supaya sesudah seminar ini peserta bisa membagikan kepada masyarakat dan keluarga atas pengetahuan yang sudah didapat dari seminar ini “saya pun mengharapkan seminar ini tidak di lakukan hanya sekali, tetapi bisa terus di laksanakan supaya masyarakat menjadi bijak dalam penggunaan media sosial” tutup Ismail Cawidu dalam wawancaranya. (Giffar Rivana)