Benda Cagar Budaya di Bogor (Sebagian) Sudah Hilang

Bogor | WartaPakwan

Pesatnya pembangunan di Kota Bogor tidak hanya memperlihatkan kemajuan, melainkan juga memberikan kekhawatiran bagi pegiat sejarah Bogor akan rawan hilangnya Benda Cagar Budaya (BCB) Bogor yang seharusnya menjadi aset Kota Bogor.

Menjadi pusat kota Kerajaan Pajajaran dan juga pusat pemerintahan dan penelitian Belanda di era kolonial merupakan bukti sejarah yang menjelaskan betapa strategisnya Kota Bogor. Beberapa peninggalan situs zaman kerajaan dan juga bangunan zaman kolonial yang masih ada di beberapa tempat di Bogor merupakan bukti nyata bahwa Bogor merupakan sebuah kota yang memiliki sejarah panjang sehingga aset kota hujan ini adalah sejarah. Mardy Lim, pegiat sejarah asal Koalisi Aksi Pelestari Pusaka Bogor atau yang biasa disebut Kapuk menjelaskan bahwa aset Kota Bogor adalah sejarah. “Bogor memiliki Benda Cagar Budaya yang saat ini masih dijaga oleh pemiliknya, dari mulai benda berupa ubin masa lampau hingga bangunan rumah yang sudah mulai digrogoti usia, namun, ironinya ada beberapa sisa BCB yang hilang begitu saja karena pembangunan,” jelasnya.

Mardy menambahkan, alangkah baiknya bila pemilik rumah lama dipermudah izinnya dengan didatangi dan bila bisa diberikan insentif untuk menjaga dan merawat Benda Cagar Budaya peninggalan leluhurnya yang merupakan aset Kota Bogor. Ditemui di sela diskusi mengenai sejarah kota Bogor di kediaman Walikora Bogor, Bima Arya, beberapa pegiat sejarah ini sepakat bahwa BCB perlu dijaga. Yudi Irawan, yang juga ketua Bogor Historia menceritakan pernah mengusulkan sebuah program kepada Pemda. “Benda Cagar Budaya di Bogor rawan hilang, perlu ada program Heritage Emergency Response,” ujar Yudi.

Selain itu, para pegiat sejarah Kota Bogor ini merasa perlu ada peraturan berlandaskan hukum yang mengatur tentang perawatan Benda Cagar Budaya di Bogor. Meski perda yang mengatur Benda Cagar Budaya sudah diajukan dan sedang digodok oleh DPRD, namun aksi penyelamatan harus dilakukan sejak dini. “Perda masih proses, yang dikhawatirkan adalah ketika perda jadi, Benda Cagar Budayanya sudah hilang, padahal BCB itu adalah aset sejarah yang memiliki nilai di bidang pariwisata dan pendidikan sebagai jati diri sebuah kota,” jelas Eko Hadi, Sekretaris Umum Bogor Historia. (RB)