Bogor dan Cibinong Menuju Kota Ramah Air

Foto Atas: Prof.Dr. Hadi Susilo Arifin memandu diskusi pada FGD. (Foto Bawah) Kabid Sarpras dan Tata Ruang Bappeda Litbang Kabupaten Bogor, Ajat R Jatnika memberikan materi pada FGD benchmarking dan visioning Kabupaten Bogor di Kampus IPB Darmaga, Selasa (28/11/2017).

Dramaga | WartaPakwan

Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Monash University Australia menggelar serangkaian penelitian dan focus group discussion (FGD) guna mengetahui benchmarking dan envisioning Bogor dan Cibinong sebagai kota yang ramah air atau water friendly city.

“Bogor adalah kota yang sudah lama terbentuk, ratusan tahun. Karena itulah, kami ingin mengetahui posisi saat ini. Ada di level mana Bogor itu dalam konteks sebagai water friendly city, sekaligus ingin mengetahui visioning ke depannya seperti ada,” jelas Prof Hadi Susilo Arifin, Urban Water Cluster Leader yang juga Head of Landscape Management Laboratory ,Institut Pertanian Bogor.

FGD untuk mengetahui posisi Kabupaten Bogor, dan envisioning Cibinong  sebagai daerah yang ramah air berlangsung di Ruang Sidang 3 AGH, Kampus IPB Dramaga, Selasa (28/11/2017) mulai pukul 08:00 – 17.00 WIB.

Masih menurut Prof Hadi Susilo Arifin, index bench marking Cibinong dan Bogor sebagai daerah yang ramah air baru akan diketahui pada April 2017 mendatang. “Nanti kami akan gelar FGD lagi dan atau seminar untuk mengetahui di posisi mana Bogor itu berada dalam konteks sebagai water friendly city. Apakah di atas rata-rata, level sedang atau malah di bawah,” sambung Prof Hadi.

Sebelumnya, pihak IPB dan Monash University juga melakukan penelitian di wilayah Kota Bogor dengan mengambil contoh di dua tempat, yaitu Pulo Geulis yang berada di daerah Delta Sungai Ciliwung dan Perumahan Griya Katulampa. Dimana Pulo Geulis merupakan daerah sudah yang terbentuk sejak lama, sedangkan Griya Katulampa baru dibangun di awal tahun 90’an.

“Begitu juga dengan Kota Cibinong, kawasan pemukiman dan pusat pemerintahan baru yang dibangun pemerintah daerah dan Sentul City, kawasan pemukiman yang dibangun pihak swasta atau developer. ini yang akan kami cari tahu positioning dan visioning ke depannya seperti apa,” pungkas Prof Hadi.

Rangkaian kegiatan kali ini dilakukan melalui training, FGD dan Learning Alliance yang berlangsung dari 24 November sampai dengan 30 November 2017 baik kegiatan yang terpusat di Kampus IPB Darmaga maupun kegiatan FGD yang langsung ke lokasi, seperti di Pulo Geulis dan Griya Katulampa Kota Bogor.

Penelitian kerjasama antara IPB,  UI dan Monash University ini terangkum pada topik penelitian “Air Perkotaan – Kota Ramah Air” dimulai dari 2016 sd 2019. Cluster Penelitian Air ini merupakan merupakan salah satu cluster dari 5 Cluster Riset dalam kerjasama di the Australia Indonesia Centre (AIC). Cluster riset air perkotaan di ketuai oleh Prof Hadi Susilo Arifin  (IPB) dan Prof Diego Ramirez (MU), juda Prof Dwita (UI).  Terlibat 35 peneliti akademisi dan 35 mahasiswa pascasarjana dari ketiga Universitas tersebut di atas. Penelitian ini melibatkan stakeholders dengan pendekatan sinergi PENTAHELIX, terdiri dari akademisi, pebisnis/industri, pemerintah daerah/pusat, komunitas masyarakat, dan media.

Sementara itu, pada kegiatan FGD di Kampus IPB Dramaga, kemarin, juga diikuti oleh para pejabat pemerintah, khususnya dari Bappedalitbang Kabupaten Bogor, para pengembang, komunitas, peneliti, akademisi dan juga wartawan.

Dari peserta sekaligus pemateri pada FGD ini, Kabid Sarana dan Prasarana Bappeda Litbang Kabupaten Bogor, Ajat R Jatnika mengatakan pihaknya ingin mendapat masukan dari berbagai pihak untuk membantu merumuskan visi dan goals Cibinong pada tahun 2045. “Dalam 28 tahun ke depan, mimpi apa yang mau kita wujudkan untuk Cibinong. Mau merancang seperti apa kota kita nantinya, dan itu harus dimulai dari sekarang,” jelas Ajat.

Acara ini juga diikuti oleh Kasubid Sarana dan Prasarana Tata Ruang Bappeda Litbang Kabupaten Bogor, Tika Mustika, Kasubid Kebijakan Publik Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Bogor, Riny Kusumawati, Direktur Umum dan Keuangan PD Sayaga Wisata Aminudin, Hevon pegiat lingkungan dan bank sampah di Cibinong, Mery dari PMI Kabupaten Bogor, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor Tjahyadi Ermawan serta unsur dari NGO dan komunitas.