Dukung Revolusi Mental, Pemuda Ciper Bersama Perangi Narkoba

bersama perangi narkoba ala pemuda Ciper

Wartapakwan.co.id-

Pemuda Karang Taruna RT 04 RW 13 Perumahan Ciomas Permai (Ciper), Desa Ciapus, Kabupaten Bogor, menggelar seminar Gerakan Nasional Revolusi Mental di Lapangan Volley Blok A Minggu (12/11/2017).

Kegiatan ini bertemakan tentang Narkoba merusak karakter bangsa. Acara ini dihadiri tokoh masyarakat mulai dari RW dan unsur Muspika Ciomas, MUI kab Bogor, seseupuh Desa Ciapus, Komunitas Peka Bogor, komunitas Peduli AIDS serta kemenko pembangunan manusia dan kebudayaan.

Menurut Nadya Septifaniara, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pemuda secara detail, tentang bahaya narkoba dan HIV /AIDS serta bagaimana pencegahan dini dan menumbuhkan kepedulian sesama.

“kita ingin pemuda Ciapus terhindari dari bahaya penyalahgunaan narkotika, dan HIV/AIDS.”ujarnnya

Sementara itu, dalam sambutannya,  Ketua RW 013 Hilman Sadaq mengapresiasi kegiatan ini dan akan membentuk Tim satgas narkoba yang nantinya akan diisi oleh pemuda dari wilayah Ciomas.

“Pemuda adalah masa depan bangsa, pemuda tidak boleh menjadi korban Narkoba, Tetapi sebaliknya harus menjadi Bagian dalam memberantas Narkoba, oleh karena itu tindak lanjut dari kegiatan ini, kita akan bentuk satgas narkoba yang diisi oleh para pemuda.” ujarnya.

Acara ini pun diisi oleh pembicara dari Badan Narkotika Nasional(BNN) kab. Bogor dan Komunita Peduli kepada sesama (Peka) Bogor. Dalam seminar BNN memberikan materi mengenai jenis-jenis Narkoba, Bahaya dan Hukum tentang Narkoba yang diisi oleh Rika Indrianti.

Sementara itu Komunitas Peduli kepada sesama (PEKA) memberikan materi Tentang cara merehabilitasi pemakaian dan permasalahan seputar penguna narkoba. Kegiatan seminar gerakan revolusi mental ini mendapatkan apresiasi dari kemenko pembangunan manusia dan kebudayaan.

“Saya sangat merespon dengan Positif ¬†diadakannya kegiatan ini oleh pemuda RW 13, ada aksi nyata positif dan berharap hal ini bisa berlanjut serta manfaat untuk sesama.”ujar Dr.Ir. Moon Cahyani dari kemenko pembangunan manusia dan kebudayaan. (Sandika)