Ada 13.000 Santri Di Belakang Pak Wali

Sedikitnya 13.000 santri se-Kota Bogor berada di belakang Walikota Bogor Bima Arya dalam Jalan Sehat Sarungan, memperingati Hari Santri, pada Minggu (5/11/2017). Foto: Indra/Humas Pemkot

Bogor | Warta Pakwan

Dengan mengenakan kopiah, baju koko dan sarung, belasan ribu santri se-Kota Bogor melakukan Pawai Sarung Santri, Minggu (05/11/2017) sebagai Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada (22/10) lalu.

Pada momen ini, Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman yang membuka jalan sehat di Balaikota turut jalan santai bersama para ulama hingga finish di SMP Al-Ghozali.

Bima dan Usmar didampingi Ketua MUI Kota Bogor, KH. Mustofa Abdullah bin Nuh, Ketua Forum Pondok Pesantren, KH. Ahmad Baedowi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, KH. Ansurullah, Ketua DMI Kota Bogor, KH. Ade Sarmili berjalan di paling depan diikuti belasan santri dibelakang.

Mereka melewati rute Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman lalu ke Jalan RE. Martadinata, Manunggal hingga ke Jalan Dr. Semeru.  Bima mengatakan, pada hari ini Kota Bogor mencetak sejarah baru dengan kegiatan Pawai Sarung Santri yang baru pertama kali digelar di Kota Bogor ini dengan sangat luar biasa. Pasalnya, ada 13 ribu santri yang ikut terlihat sangat kompak dan solid.

“Ini menjadi awal dari Kota Bogor menjadi Kota yang barokah. Di Puncak hari santri ini, saya lihat para santri begitu antusias, karena santri memang harus kompak semuanya, harus semangat,” ujarnya.

Ia menuturkan, HSN ini harus dimaknai sebagai semangat yang luar biasa dan harus disyukuri. Seperti yang disiarkan pendiri Nahdatul Ulama almarhum KH. Hasyim Assyari kalau semangat spritualisme berbanding lurus sama dengan patriotisme. Dan jika dahulu jihad itu melawan kolonialisme, maka jihad sekarang maknanya lebih luas sebab harus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Santri harus menjadi garda terdepan untuk menjaga NKRI, NKRI harus kita tegakkan, tidak akan tegak jika ada kesenjangan sosial, tidak akan tegak jika kita tidak bersatu, ada narkoba, kemiskinan ada korupsi itulah ancaman terbesar di Negara kita setelah masa penjajahan,” jelasnya.

Lebih jauh Bima mengajak, dengan semangat HSN untuk sama-sama merapatkan barisan, meluruskan niat untuk mencapai mimpi yang sama. Mengingat di era teknologi ini dunia nyata terkadang kalah dengan dunia maya dengan banyak informasi yang hoax (bohong), ujaran kebencian yang bisa memecah belah umat.

“Maka dari itu kita harus mengisi media sosial dengan nilai-nilai positif atau yang membawa manfaat dan mari kita memulai dakwah di medsos kita masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pawai Sarung Santri Hasbulloh mengatakan, ada 18 ribu kupon pawai yang disebarkan panitia kepada santri dan masyarakat yang pada hari ini diperkirakan ada sekitar 13 ribu santri dan masyarakat yang berpartisipasi. “Santri sangat antusias dengan kegiatan ini karena unik dan baru pertama ada jalan sehat memakai sarung,” ujarnya. (Sandika Fadilah/Oly Nurmansyah)