Bogor Kota (Heritage) yang Terlupakan

Bogor Historia mendorong upaya rekonstruksi sejarah Pakwan Pajajaran

WartaPakwan, Bogor

Upaya Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mencari the untold story tentang Bogor hingga ke Perpustakaan Leiden, Belanda diapresiasi Bogor Historia , suatu komunitas berisikan para volunteer pecinta Sejarah Bogor.

Melalui jurubicaranya, Eko Hadi, BoHis menyebut langkah walikota menggandeng Perpustakaan Leiden sebagai hal yang positif. “Untuk masa colonial boleh, pastinya di Leiden banyak arsip baik berupa script maupun gambar, “ujar Eko.

Namun demikian, alangkah baiknya menginventarisir barang-barang peninggalan heritage berasal dari  bogor juga diperhatikan. Ada banyak di museum kota-kota lain yang menyimpan koleksi dari masa pajajaran. Itu sebaiknya di data dulu, jangan diabaikan, “ujar Eko.

Kepada wartapakwan, Eko menyebut sedikitnya dua benda bernilai tinggi milik Bogor yang ada di Sumedang dan Banten, yaitu Mahkota Binokasih yang ada di Museum Geusan Ulun Sumedang dan Batu Pangcalikan atau tempat penobatan raja raja Pajajaran yaitu Palangka Sriman Sriwacana yang kini ada di daerah Banten.

“Jangan melulu berkutat dan bangga hanya sebagai penyangga ibukota. Bogor itu heritagenya kuat banget, tapi justru masih diabaikan. Museum Bogor belum ada, upaya serius untuk rekonstruksi sejarah Pakwan Pajajaran juga belum terlihat. Di Bogor pernah ada kerajaan besar, namun sepertinya belum tergerak untuk menyusun ulang sejarah kebesaran para leluhur Bogor. “ujar Eko. {erwan}