Liga Santri Regional IV Jabar Digelar

Seremoni pembukaan Liga santri Regional IV Jabar. Foto Sandika/wartapakwan

Liga Santri Regional IV Zona Jawa Barat yang dimulai sejak Sabtu (16/9) lalu, di Stadion Mini, Persikabo, Cibinong, Kabupaten Bogor. Liga ini mempertemukan delapan Tim sepak bola dari berbagai pondok pesantren (Ponpes) yang ada di Regional IV. Delapan daerah ini meliputi yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Cianjur, Kota Bekasi dan Kabupaten Sukabumi yang nantinya akan memperebutkan piala Bupati Cup 2017.

Menurut Perwakilan Deputi III Kemenpora Herman Chaniago mengatakan, liga santri ini menjadi salah satu kegiatan Kemenporda dalam mengadakan kegiatan di masyarakat. Beberapa kegiatan lain pun menjadi program Kemenpora seperti Gowes Nusantara dan Galadesa.. “Potensi santri dibidang olahraga tidak bisa diabaikan, karena sebagai elemen penting di masyarakat, terbukti bisa main di berbagai ajang olahraga yang mengharumkan nasional. Yang terbaru, salah satu penggawa timnas U-19 di Piala AFF U-18 lalu, Rafly, merupakan buah dari liga santri tahun lalu,” ujarnya

Potensi dan bakat santri dibidang olahraga, khususnya sepakbola, juga diakui Ketua Regional IV Jabar Liga Santri 2017 Lukmanudin sebagai sesuatu yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Data dari Departemen Agama (Depag) Kabupaten Bogor saja, ada kurang lebih 1.085 ponpes yang terdaftar. “Itu baru yang terdaftar, artinya ada jutaan santri yang mondok disana. Kegiatan ini juga memberi peluang bagi para santri untuk unjuk gigi, dan tidak hanya piawai di bidang keagamaan, tetapi juga di olahraga,” pungkasnya.

Selain itu, Bupati Bogor Nurhayati mengatakan ajang ini akan mempererat tali silaturahmi di antaranya Pengurus ponpes se-jabar dan bersama-sama menjaga kerukunan.“Selain pencarian bakat-bakat santri di sepakbola, para pengurus ponpes akan bertemu, berbagi ilmu, dan memperkuat hubungan silaturahmi. Apalagi, secara fisik dan mental sudah dibina di ponpes, artinya punya moral yang baik dan menjunjung tinggi nilai sportifitas,” tutupnya. {sandika}