Camat Panggil Kades, Akhir Bulan Rutilahu Kudu Beres

Ibu Maemunah berharap rumahnya segera mendapat bantuan. (bawah) Mang Ugan yang hanya menerima cat satu kaleng dan kayu 60 batang. Foto: wartapakwan.co.id

Menyikapi permasalahan Rutilahu di Desa Cinangneng, Camat Tenjolaya Agus Lidwan sudah mewarning kades untuk segera menuntaskan pekerjaan yang belum tuntas di wilayahnya. Ketika dikonfirmasi wartapakwan.co.id, Agus Lidwan membenarkan sudah ada pernyataan kesanggupan dari pihak desa untuk membenahi masalah ini.

“Iya, ada pernyataan dari kades. Kami beri waktu sampai akhir bulan untuk membereskan pembangunan rutilahu yang belum tuntas,” ujar camat. Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi dugaan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan Program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan sumber dana APBD Kabupaten Bogor Tahun 2016 di Desa Cinangneng.

Betapa tidak, dari jumlah 20 KK penerima bantuan dilaporkan sudah rampung 100 persen. Namun, dalam prakteknya ditemukan fakta yang berbeda.

Buruknya pengendalian dan pengawasan program Rutilahu ditengarai menjadi biar kerok carut marutnya Program Rutilahu di Kabupaten Bogor. Niatan mulia Pemerintah Kabupaten Bogor dalam membantu warganya yang kurang mampu, khususnya dalam perbaikan rumah menjadi ternoda. Kasus di Desa Cinangneng adalah secuil permasalahan yang nyata terjadi di lapangan.

Khusus di Desa Cinangneng, Kecamatan Tenjolaya untuk Tahun Anggaran 2016 terdapat 20 KK penerima bantuan. Namun, dari investigasi wartapakwan.co.id di lapangan, sedikitnya delapan kepala keluarga yang seharusnya mendapat bantuan, ternyata diberi bantuan ala kadarnya.  Ya, sebagian hanya menerima batako, tras dan galar (kayu), sebagian lagi hanya menerima cat satu kaleng, paku dan asbes, ada yang hanya menerima galar saja 60 batang dan ada juga yang sama sekali belum menerima apa-apa. (cay)